Untuk menampilkan daftar link BAAK dan BAU.
Untuk menampilkan daftar link Lembaga di Unikan.
Untuk menampilkan daftar link rektorat Unikan.
Untuk menampilkan daftar link alamat blog personal di Unikan.
Manfaatkan Uap Kapur Sebagai Bahan Bakar(mamat) 05 April 2010
Upaya ini untuk menjadikan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan professional. Dengan demikian, mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan serta meyebarluaskan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Tahun ini, DP2M kembali mengadakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan salah satu bentuk upaya yang ditempuh oleh DP2M Dikti. Program ini dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa.
PKM ini dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan
inovasi yang berlandaskan penguasaan sains dan teknologi. Disamping itu, untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang cendekiawan yang mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Program ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Universitas Kanjuruhan Malang (UK), karena beberapa mahasiswanya lulus dalam tahap pertama (proposal). Diantaranya, Yudik Haryono, Musta’in, Ibnu Fajar dan Romadhon. Prestasi ini diperoleh setelah bersaing dengan 250 ribu proposal dari PTN/PTS se Indonesia.
Dalam program ini (PKMK) Yudik Haryono cs. mengambil judul “Pemanfaatan gabus bekas sebagai bahan pelapis dalam pembuatan jaket anti panas dan anti dingin”. Diambilnya judul ini karena kondisi iklim di Indonesia dalam peningkatan suhu udara pada skala nasional cenderung meningkat antara 0,2 hingga 0,6 derajat Celsius. Dari acuan perkembangan iklim tersebut, BMG telah membuat kesimpulan pola perubahan iklim di Indonesia dengan skenario prediksi suhu udara hingga pada 2050, beber Yudik Haryono.
Kondisi suhu yang tidak beraturan semacam ini menyebabkan timbulnya wabah penyakit di lingkungan masyarakat yang mudah terinfeksi penyakit menular. Banyak penyakit yang mewabah akibat perubahan suhu yang tidak teratur seperti demam berdarah, influenza, asma, bronkitis, diare, penyakit kulit, dan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) serta kemungkinan besar flu babi juga akan mewabah.
Gabus bekas sangatlah banyak berserakan ditempat sampah yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyarakat masih belum mengerti bahwa gabus bekas dapat dimanfaatkan sebagai pelapis jaket anti panas dan anti dingin. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur, tentunya produksi gabus sangatlah banyak, baik dimanfaatkan sebagai wadah barang-barang elektronika, penutup botol minuman maupun wadah produk-produk makanan instant. Selain itu, kandungan udara dalam gabus sangat besar sehingga tahan panas dan dingin, tuturnya lebih lanjut.
Selain program diatas, PKMT (Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi) juga diselesaikan Yudik Haryono cs. “Pemanfaatan uap kapur sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik tenaga uap”menjadi judul dalam karya tersebut. Dijelaskan, Listrik merupakan pemicu lahirnya teknologi-teknologi canggih seperti sekarang ini. Energi listrik sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Disamping itu, batu bara merupakan bahan tambang yang tidak bisa diperbaharui. Batu Bara digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Dengan demikian, pemanfaatan uap kapur sebagai bahan bakar alternatif PLTU sangatlah menghemat pemproduksian batu bara. Ketersediaan kapur di bumi sangat besar dan harga di toko-toko bangunan relatif murah. Selain itu, kapur memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti dalam pembuatan semen dan dijadikan bahan pencampur antara semen dengan pasir dalam membangun rumah. Ketika membangun rumah kapur yang dicampur air menghasilkan gas dan energi panas, tetapi tidak dimanfaatkan oleh manusia, imbuhnya.
Kepala kemahasiswaan bidang penalaran Andi Nu Graha, MM berharap agar program PKM semacam ini bisa terus terlaksana. Sehingga mahasiswa terus menunjukkan kreatiftasnya melalui tulisan mereka. Ia juga berharap agar Dikti menambah kuantitas penulisan PKM dari mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa nantinya bisa terus mengembangkan penalarannya, harapnya. (dinog) |

